MAPETALA UNIB | |
Find More Information Here
KAMIS,14 MEI 2017
Pukul, 22.08 WIB - 23.00 WIB
![]() |
| Gambar. Ilustrasi Penyu Hijau |
Telah ditemukan seekor Penyu Hijau (Chelonia mydas) di pantai tepatnya di sekitar 20 meter dari tulisan pantai panjang, Kota Bengkulu. Penyu hijau (Chelonia mydas) adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae. Hewan ini adalah satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di semua laut tropis dan subtropis, terutama di Samudera Atlantik dan Samudera Pasifik. Namanya didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkang mereka. Jumlah Penyu Hijau semakin berkurang karena banyak diburu untuk diambil pelindung tubuhnya (karapaks dan platron) sebagai hiasan, telurnya sebagai sumber protein tinggi dan obat, juga dagingnya sebagai bahan makanan
Ketika kami anggota MAPETALA BENGKULU sedang berada di sekretariat Mapetala yang berada di Pantai zakat, kecamatan Sungai Serut dan membahas tentang Hari Penyu yang akan diperingati setiap tanggal 23 Mei setiap tahunnya, tiba-tiba seorang teman mendapatkan informasi dari salah satu kawannya yang mengatakan bawa ada beberapa orang yang sedang menunggu penyu bertelur di Pantai Panjang. Mendengar informasi tersebut kami beberapa anggota MAPETALA BENGKULU bergegas menuju ke tempat lokasi kejadian, ketika kami sampai di lokasi tujuan beberapa orang telah berkumpul menunggu penyu yang sedang bertelur, ketika kami tiba ada dua bapak-bapak yang tiba-tiba mengangkat penyu hijau tersebut dan membalikkan badannya, lalu mengangkat sirip penyu untuk dibawa ke laut. dengan tak memiliki perasaan dosa bapak tersebut mengeluarkan kantong kresek berwarna putih dan mengambil telur-telur tersebut dan seketika itu juga salah satu anggota menanyakan prihal telur penyu hijau tersebut akan di bawa kemana, dengan tegasnya bapak itu menjawab bahwa penyu tersebut akan dibawa ke tempat penangkaran, ketika kami ingin menggali informasi lebih dalam mengenai penyu dan telurnya tersebut bapak-bapak itu seketika lenyap bak ditelan bumi. hal ini menimbulkan tanda tanya dalam benak kami, karena akhir-akhir ini banyak ditemukannya kasus penjualan telur penyu secara sembunyi-sembunyi di Bengkulu, apalagi penyu merupakan salah satu hewan yang dilindungi oleh negara. Dengan berbagai kejanggalan yang ada membuat kami berfikir keras mengenai kejadian ini selepas pulangnya kami di Sekretariat, dan membuat perbincangan panjang akan langkah selanjutnya, dan saat itu juga kami mengambil pertimbangan bahwasa nya hal ini harus dilaporkan ke pihak yang berwenang, dalam hal ini Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Bengkulu keesokan harinya.


0 komentar:
Posting Komentar