Mapetala UNIB

Ekowisata Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan

Arung Jeram di Sungai Air Manna

MAPETALA UNIB | Ekowisata Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan | Berdasarkan kode etik pecinta alam Indonesia sudah jelas dicantumkan bahwa Pecinta Alam Indonesia adalah bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kepada Tuhan, bangsa, dan tanah air. Kemudian di pertegas di poin ke tiga yang menjelesakan 3. Mengabdi Kepada Bangsa dan Tanah Air. Atas dasar itulah sudah seharusnya pecinta alam tidak mengenyampingkan setiap aktivitasnya untuk bersama masyarakat Indonesia terutama masyarakat desa.

Pengembangan dan penyelamatan dari potensi alam sudah tentu merupakan salah satu jawaban kenapa pecinta alam mesti melakukan petualangan dan penjelajahan, makna tersebut seudah jelas di cantumkan dalam kode etik pecinta alam Indonesia sehingga mampu membedakan yang mana insan pecinta alam dengan penikmat alam.

Provinsi Bengkulu menyimpan potensi alam lengkap dengan kondisi budaya dan masyarakat yang menjunjung tinggi kearifan lokalnya. Hal tersebut juga didukung komitmen pemerintahan dalam Visit Bengkulu 2020. Pengelolaan potensi alam yang berada di sekitar masyarakat tentu perlu proses pengembangan yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam proses pengelolaannya karena hal tersebut akan menjawab kenapa pentingnya masyarakat dalam memajukan daerahnya sesuai dengan keadaan dan keinginan dari masyarakat tersebut. 

Melihat dari banyaknya potensi alam yang dimiliki Provinsi Bengkulu,salah satunya potensi yang ada di Desa Air Tenam, Kecamatan Ulu Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, berupa potensi sungai untuk olahraga arus deras dan pesona keindahan alam lainnya. Atas dasar tersebut, Mapetala Bengkulu, yang sejak dari  tahun 2006 telah melakukan kegiatan Pelatihan Nasional Arung Jeram di daerah tersebut.

Di tahun 2016 ini, berdasarkan Nota Kesepakatan pada tanggal 19 November 2016 antara Pemerintahan Desa Air Tenam dan Mapetala Bengkulu telah menyepakati sebuah kerjasama untuk melakukan proses pengembangan potensi alam, terutama di bidang Arung Jeram. Dalam proses pengembangan tersebut menempatkan Mapetala Bengkulu sebagai pendamping dalam proses pengembangan Ekowisata di Desa Air Tenam. (Data Tim 2016)

Data Tim 2016 : Pertemuan Kedua
Sejauh ini masyarakat Desa Air Tenam dan Mapetala Bengkulu sudah melakukan dua pertemuan pada 10 Oktober 2016 dan 19 November 2016 yang mana telah menghasilkan pembentukan kelompok dan kelengkapan adminitrasi untuk penguatan kelompok (Laporan Tim Pendamping Desa Air Tenam 2016).
Data Tim 2016 : Pertemuan Pertama
Dalam hal ini Mapetala Bengkulu membentuk tim khusus untuk melakukan pendampingan masyarakat di Desa Air Tenam agar dapat mewujudkan Ekowisata tersebut, sesuai dengan keinginan masyarakat. Adapun dalam kesempatan ini Kordinator tim pendamping di amanahkan kepada Bima Satria Yudha dengan nomor anggota M-13138.PM. "Tujuan kami hanya sebatas pendamping dan memfasilitiasi, bekerjasama bersama masyarakat untuk terwujudnya Ekowisata. Partisipasi masyarakat adalah hal terpenting dalam proses ini", Ujar Bima selaku Kordinator Tim Pendamping Desa Air Tenam.

Data Tim 2016 : Pertemuan Pertama


Find More Information Here
MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar