Mapetala UNIB

Sejarah Desa Muara Dua



Menurut sejarahnya Desa Muara Dua Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu  menurut sejarahnya mengalami perpindahan lokasi desa sebanyak tiga kali yaitu Desa pertama di Tumbukan, kedua Rantau Kendidai dan yang ketiga Muara Dua Hulu Nasal. Ini terjadi pada zaman dahulu, masyarakat desa yang memberontak tidak ingin dijajah, lari dan sembunyi jauh ditengah hutan, daerah tersebut bernama Tumbukan.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu keberadaan persembunyian masyarakat diketahui akibat  hanyutan Buah Labu yang menlintas di hulu Sungai Nasal, kemudian rombongan bersenjata berpikir dan berpendapat pasti ada perkampungan di hulu sungai ini, karena buah ini otomatis di tanam oleh manusia, mereka langsung  mendatanginya dan rombongan kecil. 

Alhasil rombongan bersenjata yang datang ke daerah Tumbukan tersebut menemukan persembunyian masyarakat, akan tetapi berhubung jumlah masyarakat yang lebih banyak, maka masyarakat menahan rombongan bersenjata tersebut dan meminta tidak dibolehkan pulang, apabila ingin tetap hidup, hiduplah di perkampungan ini (Tumbukan). Tetapi rombongan bersenjata tersebut  menolak untuk berdomisili di Tumbukan, akhirnya rombongan bersenjata tersebut dibunuh dikawasan Tumbukankarna penolakannya.

Melihat rombongan bersenjata yang ditugaskan tidak kunjung pulang. kembali mereka menugaskan pasukan yang lebih banyak untuk menuju Tumbukan. Dengan  rombongan bersenjata yang lebih banyak membuat masyarakat menyerah yang melalui proses negosiasi diajak turun dikawasan Rantau Kendidai, yang sekarang kawasan ini dikenal dengan kramatnya, karena terdapat banyak peninggalan makam zaman dahulu.

 Setelah tinggal di Rantau Kendidai masyarakat berpindah tempat lagi karena kesulitan mencari garam, mereka menuju kedaerah yang lebih dekat dengan garam yaitu ke Muara Dua Ulu Nasal. yang sampai sekarang masih dapat kita temui dan kunjungi  dengan nama Desa Muara Dua, desa ini terdapat Bukit Kumbang yang menyimpan potensi wisata dan keberadaan hewan, tumbuhan yang langkah seperti Harimau dan Bunga Bangkai.  kealamian suasana alam dan suana pedesaan menjadi salah satu destinasi wisata pedesaan yang wajib dikunjungi. (Data Ekspedisi Bukit Kumbang 2015).
Interaksi masyarakat Desa Muara Dua di atas jembatan yang menghubungkan desa dan kebun masyarakat.
Kondisi jalan di Desa Muara Dua
Kondisi Perumahan yang masih bernuasa pedesaan
 


MAPETALA UNIB | |
Find More Information Here
MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar