Mapetala UNIB

Ekspedisi Dua Bukit



Ekspedisi yang dilakukan tanggal 05 sampai 15 Maret 206 dengan tema “Inventarisasi Biodeversity dan Menggali Potensinya, di Bukit Kumbang dan Bukit Kayangan (Besar) yang secara adminitrasi masuk wilayah Desa Muara Dua Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur. Fokus dari ekspedisi ini yaitu ada tiga komponen. 1. Investigasi Satwa dan Tumbuhan 2. Destinasi Wisata Desa Muara Dua 3. Sosial Budaya.
Ekspedisi yang dilakukan Mapetala ini diketua oleh Yanesa yang membidangi divisi gunung hutan, tim terdiri dari 4 orang, Fitri, Bima, Ayub. Menurut Ketua tim Ekspedisi dengan adanya kegiatan ini harapannya mampu menggangkat potensi yang ada di Desa Muara Dua terutama Bukit Kumbang dan Bukit Besar atau masyarakat yang menyebutnya Bukit Kayangan.
Berdasarkan hasil Ekspedisi tim berhasil mendata beberapa satwa diantaranya Kera Putih (Presbytis melalophos), Siamang (Symphalangus syndactylus), Kutilang Emas (Pycnonotus Melanicterus), Kijang (Muntiacus muntjak), Landak (Hystrix thecurus sumatrae), Kambing Hutan (Capricornis sumatraensis sumatraensis), Ular Sanca (Python reticulatus) dan belasan jejak Harimau (Panthera tigris). Berdasarkan hasil wawancara dilapangan bahwasanya di tahun 1990 di kawasan ini masih terdapat Gajah (Elephas maximus) dan Badak (Dicerorhinus sumatrensis) yang sering terlihat akan tetapi sejauh ini banyak lahan yang sudah terbuka membuat beberapa satwa tidak lagi ditemukan di kawasan ini.
 Potensi alam seperti goa berhasil ditemukan dan diambil titik kordinat untuk pengembangan kedepan, begitu juga Sungai Air Nasal memiliki tingkatan 3 sampai 4 dalam olahraga arus deras yang menantang untuk diarungi.  Beragam Air Terjun dikawasan ini berpotensi menjadi destinasi wisata salah satunya Air Terjun Kulik Sialang hanya 15 menit dari dusun Kulik Sialang yang secara adminitrasi masuk ke wilayah Desa Muara Dua, kita sudah dapat menikmati Air Terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih 15 Meter masih banyak Air Terjun ditemukan yang tidak memiliki nama dan tidak terpublikasikan.
Dalam kesempatan ini juga tim ekspedisi berkesempatan menjadi pemateri dalam musyawarah bersama masyarakat terhadap kondisi Bukit Kayangan (Besar) yang setengah kawasan hutannya telah ditanami sawit oleh Pt CBS (Citra Bumi Selaras). Berdasarkan temuan yang didapat dalam proses pengamatan selama 2 hari di Bukit Kayangan (Besar) bahwasanya ada 10 sumber mata air yang terancam akibat tanaman sawit Pt CBS di Bukit Kayangan (Besar), separuh dari Bukit ini telah ditanami oleh tanaman sawit alhasil debit air menurun dan menjadi tidak jernih. Sumber Air di Bukit Kayangan (Besar) merupakan sumber air bagi 3 desa yaitu Desa Muara Dua, Desa Air Palawan dan Desa Muara Dua. Tidak hanya itu masyarakat Kulik Sialang menggunakan sumber mata air sebagai turbin untuk menghidupkan listrik dalam memenuhi kebutuhan sehari hari. Menurut Yanesa, masyarakat mesti tahu potensi dan keadaan di daerahnya, melalui ekspedisi ini harapannya dapat menjawab pertanyaan tersebut.
Pranata Sosial yang terganggu akibat kehadiran Pt CBS membuatkan hasil musyawarah bersama yang dimoderatori oleh Bima Satria Yuda dan dihadiri oleh masyarakat Desa Muara Dua khusunya masyarakat di Kaki Bukit Kayangan (Besar) dan masyarakat Desa Sumber Harapan  sepakat dan berusaha untuk membebaskan wilayah Bukit Kayangan (Besak) dari Pt CBS dan mengedepankan pelestarian dan pemanfaatan secara teroganisir. Masyarakat menyepakati wilayah Bukit Kayangan (Besar) sebagai hutan lindung desa kemudian dalam pengaturannya dibentuk kelembagaan dan peraturan desa.
Menurut Fitri Wulansari dalam Ekspedisi ini juga harapannya mampu membantu masyarakat dalam menyuarakan pembebasan lahan dari sawit Pt CBS yang berpengaruh besar bagi sumber air masyarakat.

Penyampaian hasil temuan Ekspedisi bersama masyarakat

Tim Ekspedisi


Pengukuran Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum)


Penemuan jejak Harimau (Panthera tigris)
Air Terjun Kulik Sialang

MAPETALA UNIB | |
Find More Information Here
MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar