Mapetala UNIB

Pengurangan Resiko Bencana, Tugas Kita Bersama

MAPETALA UNIB | Pengurangan Resiko Bencana, Tugas Kita Bersama  | Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Pada bagian selatan dan timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa – Nusa Tenggara, Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa. Kondisi tersebut sangat berpotensi sekaligus rawan bencana seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, banjir dan tanah longsor. Data menunjukkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kegempaan yang tinggi di dunia, lebih dari 10 kali lipat tingkat kegempaan di Amerika Serikat (Arnold, 1986).

Propinsi Bengkulu yang terletak di bagian Barat Pulau Sumatera secara geografis terletak  ada 2 derajat 16’9’’ – 3 derajat 31’17’’ LS dan 101 derajat 1’0’’ – 103 derajat 41’5’’ BT dengan batas: Sebelah Utara dengan propinsi Sumatera Barat, Sebelah Selatan dengan Samudera Hindia dan Propinsi Lampung, Sebelah Barat dengan Samudera Hindia, Sebelah Timur dengan Propinsi Jambi dan Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah bagian Barat Propinsi Bengkulu yang berbatasan dengan Samudera Hindia memiliki pantai yang panjangnya ± 512 km dan wilayah bagian Timur kondisinya berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang rentan terhadap erosi.



Tim Pemetaan Risiko Bencana Provinsi Bengkulu menetapkan sembilan ancaman bencana alam berpotensi melanda daerah itu yakni gempa bumi, tsunami, banjir, gunung meletus, tanah longsor, kebakaran hutan, angin puting beliung, kekeringan dan abrasi. GENESIS Bengkulu menambahkan bahwa Bengkulu memiliki 130 Sungai dan anak Sungai. Panjang sungai di Bengkulu rata-rata 47,6 km dengan hulu sungai berada pada kawasan bukit Barisan. Fakta ini menyebabkan bahwa aktivitas yang berada pada hulu sungai berdampak langsung terhadap sungai secara keseluruhan, sekarang ini hampir tidak ada sungai yang berada pada kondisi aman, banjir dan kekeringan adalah bukti bahwa kondisi sungai di propinsi sudah mengalami penurunan fungsi.

Sehubungan hal diatas Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) pada tanggal 08 Oktober 2015 bertempat di Hotel Horizon Bengkulu mengadakan Seminar dan Loka Karya dengan tema “Internalisasi Nilai-nilai Pengurangan Risiko Bencana Pada Parapihak”.  Dikutip dari media CumaKita, Forum Pengurangan Risiko Bencana Bengkulu menyatakan bahwa pengarusutamaan nilai-nilai pengurangan risiko bencana pada parapihak merupakan hal yang fundamental. Koordinator Sekretariat, Ali Akbar mengatakan “sampai saat ini Konsepsi kesadaran publik juga tidak menunjukan kemajuan yang berarti. Pemahaman akan bencana seringkali berada pada level 0–1. Fakta menunjukan hampir tidak ada elemen masyarakat yang  siap menghadapi bencana”


Hal ini juga ditambahkan oleh Bowo Tamtulistiwo sebagai koordinator Penguatan Forum dan Jejaring “setiap pihak memiliki tanggung jawab yang sama dalam pengurangan resiko bencana, pemerintah, masyarakat, kelompok ekspert dengan posisi strategisnya seyogyanya haruslah bekerja secara kolektif”


Jelas bahwa Pengurangan Resiko Bencana menjadi tugas kita bersama, tanpa di dasari oleh hal tersebut maka Resiko Bencana yang ada di Bengkulu ini akan sulit kita atasi. Mengurangi resiko bencana bukan saja tugas satu instansi atau kelompok saja, melainkan  tugas kita bersama sebagai warga negara Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu ini. Kerja sama serta Sinergis yang berkelanjutan antar semua pihak menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam mengurangi resiko benca. Untuk itu mari kita merapatkan barisan, bekerja sama, bahu membahu, gotong royong yang menjadi budaya Indonesia selama ini harus kita tingkatkan dan kita pertahankan secara berkelanjutan untuk mengurangi resiko bencana di Provinsi Bengkulu.


Find More Information Here
MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar