MAPETALA UNIB | 5 Juni, 5 Isu Lingkungan Hidup Untuk Bengkulu 2015 | Bicara soal lingkungan tidak terlebas dari kehidupan kita, sehingga kita harus peka terhadap isu lingkungan yang saat ini melanda kita. Seperti hal nya Bengkulu, yang memiliki luas wilayah yang cukup kecil hanya 1,9 juta ha dengan inflansi pertumbuhan penduduk sangat pesat serta investasi perusahaan sumber daya alam sangat tinggi di Bengkulu, sehingga permasalahan lingkungan harus menjadi perhatian kita bersama. Saat ini dalam peringatan hari Lingkungan Hidup pada tanggal 5 juni 2015 MAPETALA bersama FPPB (Forum Pemuda Peduli Bengkulu) menggelar aksi untuk menyuarakan Hari Lingkungan demi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
Dalam kesempatan ini ada 5 Isu lingkungan yang menjadi isu kempanye untuk pencerdasan publik di Bengkulu. Yang pertama yakni isu pertambangan yang lagi maraknya di Bengkulu ini, seperti data WALHI Bengkulu menyebutkan bahwa 50 perusahaan pertambangan yang telah mendapatkan izin eksplorasi maupun eksploitasi, Batubara, emas, dan pasir besi. Sialnya, hasil tambang ini tak satu pun dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. 80 persen produksi pertambangan di Indonesia, untuk memenuhi syahwat konsumsi negara-negara penyumbang karbon yang memicu pemanasan global seperti, Amerika Serikat, China, India, dan Singapura. Dan pada saat ini juga pertambangan sudah mulai memasuki wilayah hutan lindung di Provinsi Bengkulu.
![]() |
| Aksi Kempanye Lingkungan Hidup |
Kedua, Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengkulu yang tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaan Sumber Daya Alam di Hulu. Banyak hal penyebab dari kerusakan ini salah satu yang memberikan dampak yang cukup besar yakni pertambangan dan Perkebunan, karna aktifitas pertambangan setiap tahun semakin meningkat dan kebanyakan dari pertambangan dan perkebunan dekat dengan DAS yang di pergunakan untuk mencuci dan membuah limbah mereka. Selain itu pertambangan dan perkebunan yang masuk di kawasan hutan sehingga mencemari air Bengkulu. Sehingga bisa dikatakan kurang lebih dari 28 DAS di Bengkulu tercemar oleh limbah pertambangan dan perkebunan.
Ketiga, Kebijakan Pemerintah yang merencanakan melegalkan Transipment Batu Bara di Pulau Tikus. kebijakan ini keluar dengan modus pemerintah bahwa pulau Baai dalam keadaan darurat tapi hal ini jika merunjuk dari PERDA No 5 Tahun 2013 sangat bertolak belakang dengan kebijakan peraturan yang dikeluarkan. Pulau Tikus seperti postingan sebelumnya merupakan aset yang sangat penting bagi Bengkulu karan peran yang di memiliki oleh pulau tikus sangat penting untuk melindungi Bengkulu dari Hantaman ombak samudra Hindia.
![]() |
| Sampah Pantai Bengkulu, Sumber Kupas Bengkulu |
Keempat, Pengelolaan sampah yang belum mempertimbangkan penyelamatan lingkungan. Seperti Pantai Panjang Bengkulu yang merupakan wisata alam sampai saat ini pengelolaan sampah masih menjadi masalah. Berdasarkan hasil pengamatan anggota MAPETALA bersama WALHI Bengkulu mengatakan bahwa pantai panjang Bengkulu dalam satu hari bisa memproduksi 1 ton sampah. Sehingga hal ini perlu menjadi perhatian Pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan pantai panjang ini.
Kelima, Kurangnya kepedulian masyarakat (Akadimisi, Mahasiswa, Organisasi, dll) Bengkulu terhadap lingkungan membuat tujuan lingkungan lestari menjadi lambat untuk berkebang di bengkulu ini. Jika setiap kita memperhatikan lingkungan maka Bengkulu akan menjadi kota idaman bagi semua orang. Beberapa kota kota besar hingga negara negara maju sudah mulai mengarah prilaku kehidupan mereka kearah lingkungan lestari. Jadi kenapa tidak kita juga memulai untuk mengarah kehidupan lingkungan lestari.
Maka dalam kempanye Hari Lingkungan ini lah MAPETALA menyuarakan hal ini kepada masyarakat luas agar kepedulian masyarakat meningkat terhadap lingkungan yang lestari. Pembangunan dan investasi bukan lah hal yang salah sehingga kita harus menolak semua itu, namun yang menjadi salah adalah pembangunan dan investasi yang tidak memperhatikan lingkungan Ekologis dan kesejahteraan rakyat.
"Seven Billion Dreams, One Planet, Consume Wiht Care" In Provence Bengkulu
Find More Information Here
MAPETALA UNIB





0 komentar:
Posting Komentar