Mapetala UNIB

May 23, Turtle Day

Tukik (Anak Penyu)
MAPETALA UNIB | May 23, Turtle Day  | Indonesia memiliki banyak pulau dan memiliki garis pantai yang cukup panjang, serta keadaan geografis Indonesia yang membuat Indonesia memiliki karakteristik yang khas. Selain itu Indonesia juga memiliki kakayaan alam, salah satunya kekayaan Biodiversitas. Namun apakah kita menyadari bahwa kekayaan Biodiversitas tersebut setiap tahun semakin menurun yang di akibatkan oleh banyak hal di negara kita ini. Di antara kekayaan Biodiversitas tersebut salah satunya Penyu (Turtle) yang dimiliki oleh Indonesia, kita patut berbangga karna di dunia ini ada 7 Spesies penyu dan 6 di antaranya berada di perairan Indonesia. Pada saat ini status penyu di lindungi dan di atur dalam PP No 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa serta UU No 5 tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Penyu pada saat ini terus mengalami penurunan dimana hampir 30% per tahun, Hal ini disebabkan karna penyu memiliki nilai ekonomis yang tinggi, pembangunan wilayah pesisir yang tidak terkontrol, cuaca yang selalu berubah ubah membuat ekosistem mejadi kacau serta kebisingan yang di akibatkan oleh aktifitas manusia.



Team Peringatan Hari Penyu 23 Mei 2015


Untuk itu penyu juga harus kita lestarikan agar keberadaannya tetap bisa kita rasakan beberapa puluh tahun yang akan datang. Banyak cara bagi kita untuk melakukan pelestarian penyu ini, mulai dari hal terkecil seperti kempanye untuk pencerdasan publik, menjaga ekosistemnya dll sebagainya. Bertepatan pada tanggal 23 Mei ini merupakan Hari Peringatan Penyu Dunia, dimana kegiatan ini digagas tahun 2000 yang silam yang bertujuan untuk mendorong manusia dalam menyelamatkan spesies terancam. Dengan masuknya tanggal 23 mei mari kita bersama sama mengingatkan masyarakat agar tetap terus menyelamatkan spesis terancam yang dalam hal ini Penyu.

Anwar Bayu C melepaskan tukik
Begitu juga Mahasiswa Pecinta Alam yakni MAPETALA yang bekerja sama dengan Komunitas Penyu Bengkulu dan KP3ALH memperingati Hari Penyu ini dengan melakukan beberapa kegitatan di wilayah penangkaran penyu di Taman Wisata Alam Air Hitam Kabupaten Mukomuko. Kegiatan yang dilakukan yakni pelepasan 138 tukik (anak penyu) di pantai TWA Air Hitam Kab Mukomuko, Sosialisasi di SD sekitar, Latihan Lapangan, dan Pembuatan filem dokumenter untuk membangun kesadaran masyarakat terutama masyarakat pesisir yang dekat dengan ekosistem penyu.

Kegiatan ini merupakan langkah awal bagi MAPETALA dan Komunitas Penyu Bengkulu untuk pelestarian hewan langka yang tergolong langka ini agar keberlangsungan mereka tetap bisa terjaga hingga beberapa puluh tahun kedepannya. Kegiatan ini juga di dukung penuh oleh BKSDA Provinsi Bengkulu, Desa Bumi Mekar Jaya, Desa Sinar Laut, Desa Air Hitam, TWA Air Hitam Kab Mukomuko, KP3ALH dan IPB. (23/5)

Simak juga Hari Penyu Sedunia, Ratusan Tukik Dilepas (kupasbengkulu)
Find More Information Here
MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: