Mapetala UNIB

Aksi Damai Peringati Hari Air Sedunia

MAPETALA UNIB | Aksi Damai Peringati Hari Air Sedunia  | Air merupakan sumber kehidupan manusia yang mempunyai dampak besar bagi keberlangsungan hidup manusia. Air juga merupakan kebutuhan vital bagi makhluk hidup, hampir semua kegiatan yang dilakukan di muka bumi ini memerlukan air. Kebutuhan  air sangat tinggi dengan meningkatnya jumlah penduduk dan maraknya pembangunan. Daerah tangkapan air berubah menjadi bangunan-bangunan dan gedung-gedung pencakar langit yang mewah. Jika kondisi ini tidak dicermati maka akan banyak bencana banjir dan ketersediaan air bersih akan semakain menipis.

Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar permukaan bumi diisi oleh air (sekitar 70%), namun tidak semua air yang terdapat di bumi ini dapat dikonsumsi. Sekitar 97% dari ketersedian air muka bumi adalah air asin, dan hanya 2,5% saja yang merupakan air tawar (fresh water).

Aksi Damai Peringatan Hari Air Sedunia
Melalui peringatan hari air sedunia yang jatuh pada hari minggu 22 maret 2015 ini, gabungan dari beberapa lembaga organisasi yakni MAPETALA UNIB, COSMIP FISIP UNIB, KAMUS FH UNIB, HIMASTRA FISIP UNIB, HIMABIKO FKIP UNIB, GMKI Cabang Bengkulu dan Sahabat WALHI Bengkulu mengadakan aksi damai dalam menyuarakan peringatan hari air sedunia yang dilaksanakan pada hari Senin 23 Maret 2015 di Kampus Universitas Bengkulu.

Aksi Damai Depan Gerbang Kampus UNIB(23/03)
Aksi ini dilakukan bersama untuk menyuarakan kepada Para Mahasiswa/i UNIB tentang peringatan hari air sedunia ini, karena sebagai mahasiswa/i yang merupakan agen of change dan agen of control di mana peran mahasiswa/i dalam pelestarian air sangat dibutuhkan.

Kondisi Kolam UNIB yang Kotor
Selain itu institusi perguruan tinggi juga memiliki peran dalam persoalan air, karena institusi perguruan tinggi yang ikut mengontrol AMDAL (Analisis Dampak Lingkungan) terhadap suatu perusahan yang akan berdiri. Pencemaran air di Bengkulu lebih banyak di akibatnya oleh perusahan yang membuang limbah produksi di sungai dan perusakan wilayah sepadan sungai yang ada di Bengkulu ini.

Koordinator Lapangan aksi ini Ayub Saputra mengatakan “Dalam kesempatan aksi ini kami juga membawa beberapa sampel air yang di indikasikan tercemar, sampel air yang kami bawa adalah sungai suci, sungai muara bangkahulu, sungai hitam, danau dendam, sampel air warga di sekitaran rumah sakit Triarasela, dimana air ini kami meminta pihak kampus untuk bisa melakukan uji lab untuk mengetahui kualitas air dan tingkat pencemarannya”.

Aksi Damai Peringatan Hari Air Sedunia
Ditambahkan oleh ketua COSMIP FISIP UNIB Saska Rutsian Bernard bahwa “kegiatan ini tidak sampai disini saja, namun kita akan mempersiapkan kegiatan yang lebih besar lagi dengan mengadakan Diskusi Publik dengan melibatkan segala unsur yang berperan dalam persoalan air ini”

Keberlangsungan dari air ini tergantung kita yang hidup di zaman ini, bagaimana kita menggunakan air dan bagaimana kita menyingkapi persoalan air yang terjadi di Negara Indonesia ini, sehingga air ini untuk kedepannya bisa dimanfaatkan oleh anak cucu kita nantinya. Jangan biarkan sumber mata air menjadi sumber air mata di negeri ini.(23/03)

Aksi Damai Peringatan Hari Air Sedunia


Find More Information Here
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: