Mapetala UNIB

MAPETALA Participation in Disaster Risk Reduction


Pembukaan Pameran Oleh Gubernur Bengkulu dan Ketua BNPB
MAPETALA UNIB |MAPETALA in Disaster Risk Reduction| Negara Indonesia merupakan kawasan bencana hal ini merupakan kosekuensi dari letak geografi dan kondisi geologi nya. Sudah banyak beberapa musibah yang dialami oleh Negara Indonesia ini, sejarah mencatat bahwa Indonesia telah mengalami beberapa bencana dengan skala besar baik pada era sebelum Indonesia Merdeka hingga saat ini. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa salah satu bencana yang merubah paradigma Indonesia dan Dunia yakni Bencana Tsunami yang terjadi di Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 silam, hal ini termasuk gempa ketiga terbesar dalam sejarah kegempaan di Dunia (BNPB.2014). Hal ini mengakibatkan banyak kerusakan dan korban, namun hal ini juga merupakan titik awal kebangkitan paradigma pengurangan resiko bencana di Indonesia Khususnya.


DANLANAL Bengkulu Mengisi Daftar Pengunjung di Stand MAPETALA UNIB
Paradigma baru dalam penanggulangan resiko bencana memiliki kompleksitas dari strategi penanganan permasalahan bencana karna hal ini sangat memerlukan kerjasama serta dukungan dari semua pihak agar dalam pengembangan budaya pengurangan resiko bencana dapat dilaksanakan secara terarah, terstruktur dan terpadu. Maka dari pada itu PBB mengusulkan hari untuk peringatan Pengurangan Bencana yang mana hal ini sudah dimulai sejak tahun 1989. Dengan adanya hari peringatan ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan budaya pengurangan resiko bencana, termasuk pencegahan bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan. Pada tahun 2010, diputuskan bahwa pada tanggal 13 Oktober merupakan tanggal untuk memperingati Hari Peringatan Pengurangan Resiko Bencana Secara Nasional.

Stand Pamera BPBD Provinsi NTT
Seiringnya waktu sudah banyak pelaku dalam Peringatan Pengurangan Resiko Bencana, namun dalam pergerakannya dilakukan secara lokal, kelompok atau pemerintahan yang bersangkutan saja, sehingga pergerakannya belum terlalu besar. Hal ini menjadi tantangan karena belum adanya wadah yang menangungi suatu rangkaian bersama sehingga terkesan pelaksanaannya secara sektoral dan terpisah. Maka untuk menjawab tantangan tersebut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan platform Nasional menyelenggarakan pertemuan Forum PRB sekaligus Penyelanggara puncak peringatan bulan PRB pada bulan Oktober 2014. Dari pertemuan tersebut Bengkulu ditunjuk sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Bulan PRB di tahun 2014 ini. Dalam kesmpatan ini Bengkulu mengakat Tema "Pengurangan Resiko Bencana Membangun Ketangguhan Daerah".

Foto Bersama Polwan Polda Bengkulu
Dalam rangkaian kegiatan peringatan Bulan PRB ini salah satu kegiatannya yakni Pameran PRB yang diikuti oleh seluruh elemen yang bergerak di bidang kebencanaan dari seluruh Indonesia. Begitu juga dengan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Bengkulu (MAPETALA UNIB) juga ikut adil dalam kegiatan tersebut. Peran dari para pemuda juga sangat dibutuhkan untuk mengkempanyekan Bulan PRB ini. MAPETALA UNIB merupakan Mahasiswa Pecinta Alam bukan hanya bergerak di bidang Adventure saja namun juga bergerak di bidang Konservasi, Advokasi dan Kebencanaan.

Stand Pameran MAPETALA UNIB Peringatan Bulan PRB
MAPETALA UNIB memiliki BO (Blue Orange), dimana BO ini memiliki makna yang begitu dalam, yakni Warna Orange mengandung makna Rescuer (Penyelamat), jadi hal ini untuk mengingatkan kita bahwa MAPETALA memiliki peran penting dalam Kebencanaan. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa lembaga BASARNAS, BNPB dan lain sebagainya, juga menggunakan warna Orange.

Foto Bersama Penulis Buku "Ketika Relawan Harus Memilih"
Dari Kanan : Jaka Wibowo, Bpk Edi Basuki, Ola Elveri
Pada kesempatan kegiatan Pameran Bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB), MAPETALA UNIB memamerkan peralatan-peralatan Rescuer selama pameran tersebut yang dimulai pada tanggal 13-15 Oktober 2014 yang bertempat di View Tower Kota Bengkulu. Keikutsertaan MAPETALA dalam kegiatan PRB ini memiliki harapan agar hal ini menjadi Motivasi bagi para pemuda/i di Kota Bengkulu untuk ikut terlibat dalam mengurangi resiko bencana, hal ini disampaikan oleh Ketua Umum MAPETALA UNIB (Ola Elveri).
Find More Information Here
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar