Mapetala UNIB

Status Waspada Gunung Berapi Di Bukit

Kawah Bukit Kaba (1952 mdpl)
MAPETALA UNIB | Status Waspada Gunung Berapi Di Bukit Kaba|Bencana alam merupakan peristiwa yang kerap melanda Indonesia sehingga seringkali menimbulkan korban jiwa, harta dan benda yang tidak sedikit. Dampak dari bencana tentu saja sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat yang terkena dampak bencana tersebut. Salah satu dari bencana yang mengamcam hampir diseluruh Indonesia adalah bencana letusan Gunung Berapi. Dewasa ini knyataan menunjukkan bahwa negara kita sedang menghadapi bencana letusan gunung berapi yang cukup parah, salah satunya adalah letusan Gunung Merapi di perbatasan Jogyakarta dan Jawa Tengah. Hal ini merupakan bagian dari dampak sebaran Gunung berapi di Indonesia.
salah satu gunung berapi yang ada di Sumatera khususnya Provinsi Bengkulu yakni Gunung Api Bukit Kaba. Bukit Kaba yang sebelumnya berstatus normal, akhir-akhir ini menunjukkan gejala aktifitas secara aktif. Dari pengalaman keaktifan Bukit Kaba paling tidak bisa diperkirakan dampak apa yang bakal ditimbulkan oleh gunung berapi tersebut dan kapan terjadi.

Berdasarkan sejarah Bukit Kaba dari tahun ke tahun mengalami fase naik turun yang menimbulkan kepanikan masyarakat yang berada dekat dengan wilayah tersebut. Yang menjadi masalah adalah bagaimana Bukit Kaba dapat terpantau secara terus menerus dengan optimal dengan semua potensi yang ada.
salah satu tindakan yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasikan status waspada pada gunung berapi. Hal ini dapat dilakukan oleh lembaga pemerintahan atau swasta maupun stakeholder lainnya. Sehingga dapat ditentukan skala prioritas yang harus dilakukan untuk mengantisipasi gejala-gejala gunung berapi.
Secara goegrafis kawasan hutan Taman Wisata Alam Bukit Kaba terletak di antara 102035’-102045’ Bujur Timur dan 03030' - 030 37' Lintang Selatan. Kawsan Taman Wisata Alam Bukit Kaba memiliki panjang batas 82.3 km dan luas 13.490 Ha. Berdasarkan pembagian administrasi pemerintah, kawasan hutan ini terletak di 2 (dua) wilayah kabupaten yakni Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu. Berdasarkan pembagian wilayah pemangkuan kawasan termasuk dalam wilayah kerja seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu. (Balai KSDA Bengkulu.2002)

Berdasarkan hasil penilitian oleh anggota MAPETALA UNIB pada pos pengamatan Gunung Api Kaba Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang manyatakan, status Gunung Bukit Kaba (1952 mdpl) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu masih berstatus waspada sejak ditetapkan pada oktober 2009. Menurut ketua pos pengamatan Gunung Api Kaba Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi, Sigit Widianto bahwa Gunung api kaba sudah dinaikkan statusnya dari normal menjadi waspada sejak oktober 2009 sampai Desember 2010 karena Aktivitas kegempaan vulkanik yang meningkat (Wibowo.J.2011)

Peningkatan aktifitas gempa vulkanik dari normal hanya 200 hingga 300 kali per bulan naik menjadi 350 kali pada September 2009, dan sekarang naik lagi menjadi 1.130 kali oktober 2010. Meskipun statusnya waspada namun petani di lereng Gunung Kaba masih beraktivitas normal, demikian juga para pendaki tidak ada larangan, namun diperingatkan untuk waspada. Pengamatan morfologi sekitar gunung juga masih dilakukan dan kondisinya masih dalam batas normal. (Wibowo,J.2011.MAPETALA UNIB) Untuk Info Lanjut Bisa Hungungi Kami di MAPETALA UNIB
Share on Google Plus

About Unknown

Tanah air Indonesia dengan segala keindahan dan kekayaan alam merupakan tanggung jawab seluruh rakyat indonesia untuk menjaga kelestariannya agar dapat dirasakan juga oleh generasi yang akan datang..
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar