MAPETALA UNIB | EARTH DAY 2014 | Setiap pada tanggal 22 April masyarakat Dunia memperingati Hari Bumi (Earth Day) untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap lingkungan. Begitu juga di Negara Indonesia juga memperinngati Hari Bumi ini. Banyak gerakan-gerakan serta aksi yang di lakukan baik dari kalangan Masyarakat, LSM, Mahasiswa dan bahkan Siswa-siswa dalam memperingati Hari Bumi ini. Peringatan Hari Bumi ini pada dasarnya untuk mengajak dan menghimbau seluruh maysarakat untuk peduli terhadap Bumi serta lingkungannya. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Bumi pada saat ini sudah mengalami perubahan iklim di mana kita kenal dengan Global Warming. Dampak dari Global Warming sudah bisa kita rasakan pada saat ini seperti panas, cuaca yang berubah ubah, dan lain sebagainya. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global seperti kerusakan hutan akibat penebangan liar, hasil pembakaran pabrik, dan bahkan hasil dari sisa pembakaran kendaraan bermotor.
Selain dari faktor penyebab pemanasan Global maka ada juga faktor atau cara untuk menyelamatkan bumi dari Global Warming ini. Hal kecil saja seperti penanaman di sekitar lingkungan kita, hemat dalam menggunakan energi, membuang sampah pada tempatnya dan masih banyak cara yang lain untuk menyelamatkan bumi ini. Salah satu Mahasiswa Pecinta Alam yang ada di Bengkulu yakni MAPETALA UNIB (Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Bengkulu) memperingati Hari Bumi dengan melakukan beberapa aksi kecil, yakni Aksi Bersih Kampus, Aksi Pencabutan Paku di Pohon, Lomba Daur Ulang Sampah, serta Penanaman. Selain membuat kegiatan sendiri MAPETALA UNIB juga ambil peran dalam kegiatan yang lain seperti Aksi Kempanye Damai di Simpang Lima Kota Bengkulu, Penanaman Magrove di pantai Bengkulu, dan Aksi Bersih Pantai yang di lakukan bersama WALHI Bengkulu.
Kegiatan yang kecil ini memberikan dampak yang besar bagi bumi kita ini, seperti hal nya aksi bersih ini juga memberi dampak yang baik, karna sampah juga menyumbang pencemaran emisi carbon bagi bumi ini. Jika setiap satu orang saja membuang sampah pada tempatnya maka sudah banyak kita mengurangi emisi carbon yang ada. Selain aksi bersih MAPETALA UNIB juga melakukan aksi Pencabutan Paku di Pohon. Hal ini dilakukan karna salah satu bentuk kita menyelamatkan tumbuhan atau pohon, karna pohon sangat berperan dalam menjaga keseimbangan bumi ini, serta pohon juga berperan dalam mengurangi dampak Global Warming. selain itu, aksi pencabutan paku ini juga menyindir pelaksanaan Pemilu Legeslatif yang berlangsung pada 9 April lalu, hal ini dikarnakan banyaknya spanduk kempanye yang di pasang di pohon dengan cara mempaku pohon tersebut, pada dasarnya hal ini sangat tidak baik karna bisa melukai pohon tersebut sehingga membuat pertumbuhan pohon terhambat. Dari aksi pencabutan paku ini sebnyak 5 Kg paku di dapatkan dari pohon yang ada sepanjang jalur simpang skip menuju simpang padang harapan kota Bengkulu.
Tidak hanya sebatas itu saja, MAPETALA UNIB juga mengadakan kegiatan perlombaan Daur Ulang Sampah Organik. Hal ini juga bentuk aksi kecil dalam menyelamatkan Bumi ini, serta aksi ini juga memberikan pengetahuan, pemahaman serta informasi kepada masyarakat bahwa sampah juga bisa kita gunakan atau kita daur ulang sehingga menjadi sebuah hal yang menarik dan bernilai jika kita bisa mempadukannya dengan sebuah kreatifitas kita. Jika masyarakat bisa memanfaatkan sampah organik ini menjadi sebuah hal yang bernilai, maka pencemaran emisi carbon yang di timbulkan oleh sampah bisa kita minimalisirkan.
Dari hal kecil ini lah kita mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli terhadap bumi kita, sehingga kita bisa menjaga keseimbangan bumi ini. Ingat lah bahwa "Lingkungan Hidup Yang Ada Sekarang Bukanlah Warisan Dari Nenek Moyang yang Dapat Kita Gunakan Sembarangan, Akan Tetapi Merupakan Titipan Dari Generasi Yang Akan Datang"
Semoga dengan aksi kecil ini kita bisa menciptakan Lingkungan yang hijau , dan akhirnya "Hijau Lingkungan ku, Jernih Fikiran ku, Lestari Bumi ku" (TMJR)

mantap niihh...
BalasHapusteruslah jaya MAPETALA UNIB....
selalu tegar menyeruak jagad raya mapetala ku
BalasHapus