![]() |
| Danau Dendam Tak Sudah |
MAPETALA UNIB | Dampak Perambahan Di Kawasan Cagar Alam Terhadap Pendapatan Masyarakat Petani Sawah di Sekitar Danau Dendam Tak Sudah | Cagar Alam Danau Dusun Besar berada di Provinsi Bengkulu dan merupakan satu dari 33 kawasan konservasi nasional. Dengan luas 577 ha, Cagar Alam ini berupa hutan lindung, rawa (danau) serta lahan basah. Dinamakan Cagar Alam Danau Dusun Besar karena kawasan ini mencakup sebuah danau yang membentang di Desa Dusun Besar, yang oleh masyarakat setempat disebut Danau Dendam (lengkapnya Danau Dendam Tak Sudah). Danau Dusun Besar ini memiliki beberapa potensi yakni sebagai berikut :
- Ekosistem hutan Cagar Alam merupakan habitat jenis anggrek rawa dan berbagai jenis burung
- Fungsi hutan dalam kawasan Cagar Alam termasuk sebagai sumber air tawar dan sebagai pangkal drainase atau daerah tangkapan air, yang sangat penting bagi pengairan lahan-lahan sawah dan budidaya pertanian lain (sekitar 600 ha). Potensi ini dikenal dengan sebutan "The Life Blood" Of "Glades"
- Sumber daya yang paling penting dari ekosistem danau adalah aneka ragam dan melimpahnya populasi ikan.
- Bernilai sejarah dan budidaya konservasi marga Bengkulu (Prestin XII) dalam pelestarian sumber-sumber alam sebagai peninggalan purbakala
- Sebagai sarana pembelajaran di alam terbuka dalam pendidikan ilmiah dan kebudayaan
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Anggota Muda MAPETALA UNIB (Bima Satria Yudha.2013) bahwa sudah banyak perambahan lahan di kawasan Danau Dusun Besar ini, sehingga masyarakat sekitar danau mengalami dampak dari akibat perambahan tersebut. Perambahan yang dilakukan oleh beberapa oknum seperti penanaman Sawit (Elais Guinensis Jack), pembangunan perumahan disekitar danau dan bahkan pembangunan jalan yang menimbulkan dampak bagi petani sekitar danau. Dampak yang dirasakan oleh petani yakni kekurangan air apalagi saat musim kemarau karna para petani sawah memanfaatkan air danau untuk persawahan mereka. Luas lahan yang dimiliki seluas 23 patok (1 patok = 15 x 15 m) petani bisa memperoleh hasil padi sebanyak 80-90 karung sebelum perambahan. Dengan meningkatkan permabahan maka hasil panen padi petani menurut sehingga dengan luas lahan sedemikian mendapatkan hasil 50 karung.
![]() |
| Angrek Pensil (Papillionanthe hookeriana) |
Selain dampak yang di rasakan oleh para petani sawah padi di sekitar danau, dampak yang tidak kalah pentingnya yakni menurutnya Biodiversity yang ada di danau tersebut. Yang awalnya tanaman endemik di danau tersebut seperti angrek pensil (Papillionanthe hookeriana) saat ini populasinya menurun dratis sehingga sulit di jumpai di lokasi danau tersebut.
Untuk data lebih lanjut bisa didapatkan di perpustakaan mini MAPETALA UNIB
"Tegar Menyeruak Jagad Raya"



0 komentar:
Posting Komentar